Monday, October 16, 2017

Halucinogen in the Morning

Sebenarnya ini bukan pertama kalinya aku masuk dalam zona yang tidak biasa ini
namun, emtah mengapa ini sangat berbeda sekali diluar perkiraanku.




Masih dengan hari-hari yang sibuk dan penuh kecewa aku selalu jalani tanpa perlu memikirkan siapa diriku, bermula ketika percakapan itu dimulai tanpa aku sadari dan pikirkan dengan matang, namun aku memberanikan diri untuk memulai tantangan terbaru yang aku alami.
Tepat jam 6 pagi aku terbangun dengan sedikit paksaan dalam diriku, karena biasanya aku tidak bangun se awal itu, biasanya baru tidur setelah adzan subuh berkumandang, dan posisi aku masih tidak sadarkan diri, sampai detik ini aku tuliskan rasanya masih sering berhalusinasi.

Padahal jarak tidak jauh, namun rasanya terlalu jauh
aku seolah tidak mengenal tempat itu
padahal aku tahu tempat itu, ya setidaknya aku benar-benar tahu
Gila! ya ini serasa gila menurutku
aku seperti terkena gas Halusinogen yang berkepanjangan
dari mulai pagi hari sampai sore beranjak pergi
aku dibuat gila oleh bayang semu yang jelas tak jelas!

Matahari sudah hampir searah oleh pandangan, senja sudah menjemput
Aku tersadar 100 persen aku tersadar, bukan berarti aku tak sadarkan diri selama itu
Aku berfikir, bagaimana bisa kita sebagai khalayak manusia normal dalam satu posisi atau satu tempat bekerja, kita dibutakan oleh keraguan dan ego, ketidakpercayadirian mulai bermunculan, rasa saing yang semakin membara, tapi tak ada satupun orang yang saya kira "benar-benar ada jiwa sosial" mereka individualis, tapi tunggu apa ini hanya perasaanku saja ? apa hanya karena aku baru berada pada zona yang tak pernah kualami sebelumnya ? tapi benar ini aku merasakan sendiri dengan berani mengucap sadar.
Benarkah memang jikalau hidup sosial serumit ini ? 

ps :
aku tiba-tiba saja berada dalam suasana yang bertolak jauh belaka dengan kehidupan sosial diriku yang sebenarnya aku kenal namun kali ini aku benar-benar tidak mengenal suasana ini.

Monday, January 9, 2017

Seven One Seventen



Hari itu, hari yang ditunggu-tunggu 
tak ada yang spesial sebelumnya hari itu namun disaat hari itu tiba, lalu hari yang itupun tiba, tak ada keraguan pada awalnya sampai pada hari itu menjelaskan sebenarnya bagaimana perasaanku, perasaanku yang sebenarnya. Mudah memang mengatakannya namun terkadang sulit untuk langsung mengukapkannya.

Tak kusangka aku benar-benar terkejut sampai hatiku terasa ciut, namun aku tak semudah itu, tegarkan perasaan, walau hati bergeming, aku tetap mengungkapkannya
Yaaa, dia adalah orang yang sedikit keras kepala, namun entah aku cinta padanya, sekeras apapun akan tetap ku pegang erat, tak peduli seberapa sakit tak akan kulepas, seperti hal nya besi yang dingin, semakin panas semakin melunak, hanya butuh waktu dan kesabaran akan hal itu. Apakah itu ujian? bukan... itu sebuah proses, semua butuh proses yang tak mudah.

Jika ingin dikatakan sekali lagi, yaa... awal mungkin proses kita sedikit sulit bahkan pada saat itupun seolah kita tak saling mengerti, kita seolah seperti hal yang bertolak belaka, namun disitulah prinsip mengapa magnet bersatu, yaa... karena kita sedikit bertolak belaka, namun itulah yang menjadikan hidup kita terasa, mengapa tak ada persamaan? tidak tidak tidak... siapa yang bilang tidak ada persamaan, persamaan kita sudah jelas, kita sama-sama magnet, sama-sama punya keinginan bersama.

Mungkin, bahwa memang bukan mungkin lagi awal mula kita saling bertukar hati dan pikiran dengan santainya, dengan indahnya, dengan segala cara... sedikit demi sedikit ada rasa dibalik semua kejadian itu, sampai pada titik krusial dimana kita diuji seberapa kuat, seberapa mampu menghadapi hal itu. Bahkan kita saling beradu argumen, menentukan perasaan kita kedepannya seperti apa.

Layaknya air dan es, ada yang mencair (mengalah), mengalah bukan berarti menyalahkan, namun karena sadar bahwa es bakal menjadi air, seperti halnya apa yang ada di hati kita. Dan kita saling mengerti, walau disatu sisi tak jarang membohongi diri, namun tak lama terungkap ketika saling menenangkan diri, oh indahnya rasanya tak pernah terbayangkan.

kuat kuat kuat
kita kuat, kita bisa, percaya kita bisa...
Pada hari itu, sore nan indah... di sepanjang pinggir laut, terdengar deru ombak, keras aku mengatakan bukan karena alasan palsu, namun karena keseriusan dari dalam diri
walau diawali dengan hal yang rumit, namun hebatnya kita bisa menyelesaikannya dan mengatakan ya untuk melanjutkan perjalanan sampai tiba dengan tawa bahagia. Awal perjalanan yang sulit bukan berarti bakal rumit untuk kedepannya, tapi menjadikan diri kita menjadi manusia yang lebih dewasa dan bijaksana.

Tetap menjadi dirimu yang terbaik dan milikku ~ love

Tuesday, September 20, 2016

MiniPost : Rainbow In The Night

Apa saja yang membuatmu bahagia
Telah kulakukan untukmu dan mengharapkan cintamu
Kini ku bagai menanti datangnya pelangi dimalam hari yang sepi
Ku sadari yang telah kulakukan
Membuat hatimu terpenjara dan tak sanggup aku melihatnya
Walau seluruh dayaku ingin bersamamu
Kunci hatimu telah patah tak terganti

Cinta tak harus memiliki, tak harus menyakiti
Cinta ku tak harus mati
Cinta tak harus bersamamu, tak harus menyentuhmu
membiarkan dirimu dalam "BAHAGIA"
Walau tak disampingku

Itu ketulusan Cintaku

Setiap kisah memiliki awal dan akhir
dan aku menginginkan akhir yang Indah


A 09 ~

Saturday, May 28, 2016

Untuk Perempuan yang Sedang Dalam Pelukan

Untuk perempuan yang sedang dalam pelukan-mu



Malam demi malam kulewati tanpa sedikitpun rasa kantuk mengiringi malam yang dingin
Tak terasa sampai pagi hari tiba, hilang rasa dingin, terganti oleh hangat matahari yang menyinari pagi itu
Aku ingat moment ini, wajahmu terlihat cantik pagi itu, beberapa perempuan lalu lalang pun tak pernah kulirik hanya dirimu seorang yang sedang duduk di ujung lorong sekolah kala itu.

Rasa yang ada dalam hati ini sedikit demi sedikit terkumpul namun aku tidak bisa mengungkapkan
Mataku tertuju padamu dan kita saling bertatap jauh karena tak kuat merasa malu
Lalu kita berjalan saling mendekat, lebih dekat, lalu saling berpapasan namun hati ini, mata ini takut untuk menatap langsung.
Kita saling melempar senyum
Lalu kita saling berlari menjauh
Terus berlari menjauh
Jauh
Jauh, dan
Terus menjauh sampai tak ada suara yang terdengar

Malam hari, menuju pagi
Hati semakin cemas menunggu kabar
Sampai Hati ini terus merasakan Rindu
Rindu yang kala itu menjadi momen kita bertemu



With song : Payung Teduh